Oktoberfest; Pesta Beer di Oktober

 

Oktoberfest merupakan salah satu festival termegah di dunia. Bagaimana tidak? Setiap tahunnya, festival ini mampu menyedot hingga 6 juta pengunjung! (72% Bavarians dan 15% turis). Curious about it? Keep reading!

Festival tahunan ini dimulai pada Sabtu pertama setelah tanggal 15 September dan berakhir pada hari Minggu pertama dibulan Oktober. Jika hari Minggu pertama ini jatuh pada tanggal 1 atau 2, maka festivalnya akan diperpanjang sampai tanggal 3 Oktober, untuk sekaligus merayakan The German Reunification Day atau Hari Persatuan Jerman.

Perayaan festival di kota Munich ini identik dengan minuman khas Jerman, yakni Beer. Kota Munich bagaikan lautan beer saat Oktoberfest. Pembukaan festival ini saja dibuka dengan cara membuka keran gentong beer yang dilakukan oleh walikota Munich. Harga per maβ atau gelas bir (berisikan satu liter bir) mencapai 9.20 euro atau sekitar Rp 110.000. Fyi, pada 2010 para wisatawan yang datang ke festival tersebut menghabiskan total 7,1 juta gelas bir!

Dalam perayaan Oktoberfest, selain beer dan makanan-makanan khas Jerman, suasana festival juga turut meramaikan acara. Sebut saja penampilan band yang memainkan lagu-lagu modern sampai lagu tradisional Bavarian. Kemudian terdapat juga wahana-wahana hiburan ala amusement park, yaitu ferris wheel, roller coaster, dan lain sebagainya. Untuk menjada tradisi, banyak pengunjung yang datang dengan mengenakan pakaian tradisional: Lederhosen untuk laki-laki; Dirndl untuk perempuan.

Sejarah Oktoberfest

Pada 12 Oktober 1810, Pangeran Ludwig (King Ludwig I) dan Putri Theresa dari Bavaria menikah. Untuk merayakan pernikahannya, pasangan tersebut mengadakan acara balapan kuda yang megah. Acara tersebut diselenggarakan pada 17 Oktober di sebuah lapangan bernama Theresienwiese yang berarti lapangan milik Theresa.

Berhasil menarik perhatian warga Munich, pasangan tersebut memutuskan untuk mengadakannya lagi di tahun berikutnya pada waktu yang sama. Kemudian jadilah tradisi Oktoberfest.

Lantas bagaimana cerita tradisi beer? Pada 1880, pemerintah kota akhirnya memberikan ijin untuk menyajikan beer dalam perayaan Oktoberfest. Teman pelengkap beer dalam Oktoberfest, yakni bratwurst (sosis khas Jerman) pada 1881 pertama kali diproduksi oleh Hendlbraterei.

Euphoria Oktoberfest turut dirasakan oleh beberapa kota di dunia, sebut saja Jakarta. Ketika masa Oktober tiba, tak jarang beberapa tempat di Jakarta, seperti hotel bintang lima dan kafe-kafe juga merayakan Oktoberfest. Biasanya, pada tempat-tempat tersebut diadakan juga minum beer dan makan makanan khas Jerman serta pesta dari malam hingga pagi. Interesting, right?

(CDASA)

Sumber: www.oktoberfest.de

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s