Reita Sitanala; Tokoh Emas dalam Dunia PR

  

Jangan puas dengan apa yang kita capai, selalu belajar dari kesalahan dan jangan pernah mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya.”

-Reita Sitanala-

Seorang konsultan PR, yang membuat perusahaan sendiri, Reita Faramay Sitanala, berkontribusi di dunia komunikasi Indonesia. Sebenarnya siapa sih Reita Sitanala ini? Reita Sitanala adalah salah satu tokoh Public Relations sukses di Indonesia. Menuntut ilmu komunikasinya  sebagian besar di luar negeri Yaitu di Webster university Leiden di Belanda dan George Mason university di Washington D.C, USA.

Reita Sitanala memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di bidang komunikasi. Karirnya dalam komunikasi dimulai ketika ia bergabung dengan Indo Hubungan Iklan Publik dalam hubungan dengan Ogilvy & Mather Worldwide sebagai Konsultan Hubungan Masyarakat tahun 1994 – 1997. Pada tahun 1995, dia memberikan kontribusi terhadap pengenalan keberhasilan Nokia Mobile Phones di pasar Indonesia, dalam menciptakan perusahaan dan citra merek. Dia juga di belakang pengenalan keberhasilan pasar super TOPS (perusahaan dari Royal Ahold) di Indonesia pada tahun 1996.

Pada pertengahan tahun 1997, ia bergabung dengan Intel Corporation sebagai Manajer Humas untuk operasi Indonesia. Reita memimpin keberhasilan Intel ® Pentium ® II prosesor meluncurkan kepada media di Indonesia. Salah satu prestasinya juga untuk posisi Intel sebagai perusahaan terkemuka dalam semikonduktor dan keadaan teknologi seni di Indonesia. Pada tahun 2003, ia bergabung dengan Mobile-8 Telecom sebagai Manajer Humas dan mengembangkan prosedur umum perusahaan Hubungan standar operasional dan Kebijakan Media.

Reita telah membangun hubungan yang sangat kuat dengan wartawan / reporter sampai pemimpin redaksi dari semua segmen media nasional. Mendalam pengetahuan dan pemahaman tentang semua aspek Humas akan menambah nilai dan memenuhi kebutuhan klien dan harapan. Dia juga menangani pelatihan media untuk Bali Nirwana Resort, Mobile-8 Telecom, dan Business Software Alliance (BSA) eksekutif. Dia ikut mendirikan Lucid Komunikasi pada Januari, 2005.

Pengalaman Reita di dunia PR

Pengalaman Reita, mengingat banyak kesuksesan yang telah didapatkannya, ternyata cita-cita Reita awalnya bukanlah menjadi seorang Public Relations. Reita Sitanala tidak pernah mengira bahwa pada akhirnya PR menjadi bagian dari hidupnya.

Setelah kuliah di Gerorge Mason University,Amerika Serikat (AS), Reita Sitanala bekerja di bidang pemasaran karena Reita memang mengambil penjurusan di bidang Pemasaran dan manajemen, karena sebenarnya cita-cita Reita sendiri adalah bekerja di bidang perbankan. Karena pada saat itu sekitar tahun 90-an dunia perbankan Indonesia sedang mengalami titik puncak perkembangan yang sangat baik, dan  bidang Perbankan Indonesia menjadi pilihan utama bagi setiap orang untuk bekerja.

Alasan lain, mengapa Reita lebih memilih di bidang pemasaran dan Manejemen dibandingkan bidang lain adalah karena Reita merasa bidang pemasaran merupakan karena pemasaran adalah hal yang menyenangkan dan sangat dinamis, karena seperti yang kita ketahui dunia pemasaran atau sering disebut marketing adalah bidang yang terus menerus berubah dan memiliki kompetitif yang kuat.

 Namun, apa yang dicita-citakan Reita tidak terwujud, Beliau malah memiliki pekerjaan pertamnya di salah satu perusahaan pelayaran, Lalu Reita pindah ke perusahaan konsultan manajemen properti, namun belum lama bekerja di perusahaan properti tersebut,  Reita mendapatkan tawaran untuk bekerja di salah satu perusahaan PR di jakarta, dan di perusahaan konsultan PR tersebut Reita merasa sangat nyaman dan sangat senang sekali karena dengan bekerja sebagai konsultan PR Reita bisa bertemu dengan banyak orang dan selalu belajar sesuatu yang baru dari orang-orang tersebut.

Sejak itulah, Reita jatuh cinta pada dunia PR. Mengenal banyak orang dan belajar sesuatu yang baru membuat Reita sangat termotivasi untuk menjadi konsultan PR, Setelah itu, Reita secara konsisten berkarir di dunia PR (Public Relations). Walaupun pada saat Reita kuliah di AS, Public Relations hanyalah satu dari banyak mata kuliah yang diambilnya, namun justru hal tersebutlah yang membuat Reita sitanala ini tertantang dan menggugah passion tersendiri bagi Reita, sehingga membuat Reita terus menerus ingin belajar dan berkembang.

Public relations atau Hubungan masyarakat adalah pekerjaan yang menjembatani perusahaann dan stakeholder, sedangkan pengertian lain PR itu suatu hal yang terencena, komunikasi peruasif yang digunakan untuk mempengaruhi masyarakat tertentu (John E. marston “Modern Public Relations”, 1979).

Seorang PR harus memiliki link atau connection yang kuat, seorang PR harus mampu menyelesaikan masalah atau krisis perusahaan, hal-hal tersebut merupakan persepsi sosok PR di mata umum, tetapi ternyata PR tidak hanya itu, Setelah memasuki dunia PR persepsi Reita pun berubah terhadap dunia PR, “PR tidak melulu mengenai networking yang kuat saja, tapi bagaimana PR dapat berperan sebagai ujung tombak dari suatu perusahaan untuk menciptakan pencitraan dan persepsi yang kuat dan positif ke masyarakat serta stakeholders lainnya.”

      Yang utama adalah PR bisa membuat program-program yang bermanfaat tidak hanya untuk perusahaan tapi juga bagi masyarakat. Jadi, tidak hanya mengenai pembentukan awareness saja, PR lebih dari itu”. Reita sangat menikmati pekerjaannya sebagai konsultan PR, Pekerjaan PR membuatnya nyaman, PR pun menjadi pekerjaan yang memiliki kenikmatan sendiri terhadap perkerjaannya di dunia PR. Menurut Reita, pekerjaannya sebagai konsultan PR sudah menjadi passion di karirnya, yang tidak bisa  Reita dapatakan di bidang lain. Karenanya, Reita pun sangat menikmati pekerjaannya sebagai konsultan PR dan tidak pernah merasa bosan, Karena sebagai seorang PR Reita merasa ditantang untuk mengetahui segala macam trend yang sedang berkembang di industri dan menjadi kesenangan sendiri bagi kita.

Menjadi seorang PR yang sudah berpengalaman tentunya Reita pernah menangani berabagai krisis suatu perusahaan. Untuk menangani suatu krisis perusahaan pun Reita membagi pengalamannya dalam menangani masalah suatu perusahaan.

Reita juga membagi tahap-tahap dalam menyelesaikan suatu masalah saat mengalami suatu krisis perusahaan, selain itu, selama pengalamannya sebagai konsultan PR Reita mengemukakan masalah utama yang biasa menjadi masalah bagi setiap perusahaan. Saat perusahaan mengalami suatu masalah atau krisis suatu perusahaan tentunya kita trlebih dahulu harus memahami dulu kenapa suatu issue/krisis itu bisa terjadi.

Dan yang terpenting perusahaan jujur kenapa sampai terjadinya issue/krisis tersebut. Di sini perlu adanya hubungan yang erat dan dasar kepercayaan yang kuat untuk bisa secara bersama mengatasi krisis tersebut dan mencari solusi secepatnya dalam mengatasi issue/krisis tersebut. Selain itu, Penting adanya 1 orang yang menjadi narasumber perusahaan, sehingga semua komunikasi keluar dan dapat dimanage dengan baik, guna menghindari dampak negatif yang lebih besar pada perusahaan.

Tentunya, komunikasi yang dilakukan kepada publik/khalayak harus secara konsisten di lakukan. Apabila harus dilakukan ‘product recall’, maka secepatnya harus dilakukan dan harus segera memberikan solusi pada customer yang sudah terlanjur membeli produk tersebut. Semua issue/krisis cara penanganan akan berbeda-beda, tapi yang penting adalah komunikasi tetap terbuka dan adanya solusi yang tidak merugikan bagi pelanggan yang akan berdampak pada bisnis kita dikemudian hari.

PR benar-benar sudah menjadi bagian dari kehidupan Reita, PR pekerjaan yang sudah digeltinya 15 tahun ini, Saat ditanya apa makna PR untuk Reita, beliau berpikir sejenak, dan berkata PR itu sudah menjadi “vitamin”. Reita sedikit ragu dengan jawabannya tetapi saat memberikan penjelasan Reita semakin merasa yakin akan jawaban yang dipilihnya, “Vitamin kan memberikan kita tambahan daya tubuh”.jelasnya. “Kalau akhirnya kita sakit juga maka salah satu solusinya adalah minum obat.” tambahnya. Vitamin sama halnya dengan PR, selalu menjaga dan memberikan pencitraan dan persepsi yang positif bagi khalayak kalau memang terjadi masalah, maka harus segera di obati atau diatasi masalahnya agar kepercayaan publik tidak luntur.

 Dan yang lebih penting lagi, sebagai PR harus dapat menuntut perusahaan untuk memenuhi komitmennya kepada masyarakat dalam bentuk-bentuk program CSR(Corporate Social Responsibility) yang murni, tanpa ada kaitannya dengan penjualan atau marketing perusahaan.

Berbicara mengenai CSR, seperti halnya singkatan dari CSR itu sendiri adalah Corporate Social Responsibility yaitu bentuk tanggung jawab perusahaan pada stakeholdernya,yang dibiayai murni oleh perusahaan untuk kepentingan stakeholdernya, dan penyelenggaraannya tidak boleh merugikan stakeholder dan murni semua ditanggung oleh perusahaan. CSR itu bagian dari komitmen perusahaan kepada stakeholder. CSR bisa berupa penyisihan keuntungan perusahaan untuk kegiatan sosial.

Kecintaan Reita menjadi seorang konsultan PR terbukti saat 8 tahun ia meraih kesuksesan, tidak hanya menjadi seorang PR yang terkenal, 8 tahun setelah karir Reita sebagai konsultan PR, Reita mulai membangun perusahaan konsultan PR sendiri dengan suaminya. Reita merasa tertantang, karena di perusahaan terakhir tempat Reita bekerja itu banyak sekali ide-ide yang ingin Reita jalankan, tetapi tidak bisa dijalankan karena keterbatasan budget untuk bagian PR.

Karenanya saat ada kesempatan, Reita melakukan diskusi dengan suaminya dan memang suami Reita itu berharap bahwa suatu hari Reita tidak lagi bekerja untuk orang lain, tetapi bisa berusaha sendiri. Karena juga latar belakang suami  Reita yang berada di dunia usaha. Dengan dukungan suami Reita tersebut, maka pada akhirnya Reita dan suami kemudian mendirikan Lucid Communications.

Dan Reita sangat senang karena sekarang banyak ide-ide Reita yang sebelumnya tidak bisa disalurkan, dapat tersalurkan melalui Konsultan PR yang dimilikinya, terutama sekarang di Lucid Communications sudah terbentuk team yang lebih solid, lebih banyak lagi ide-ide yang bisa kami wujudkan, sebagai team, yang bisa kami berikan pada Klien-kliennya. Dan ide-ide tersebut pun berjalan dengan baik.

Untuk informasi singkat, perusahaan yang didirikan Reita Sitanala ini bernama LUCID Communications yang dibangun pada tahun 2005 bersama suaminya Andre Sitanala pada tahun 2005, berarti pada tahun 2012 ini sudah memasuki tahun ke-7 LUCID Communications memiliki 11-50 karyawan handal di dalamnya. dengan spesialisasi  di bagian Technology & Consumer Lifestyle Public Relations. PR Agency LUCID Communications yang didirikan oleh Reita pernah mendapatkan pernghargaan dari Majalah marketing terkenal MIX yaitu sebagai 2010 Rising PR Agency.

LUCID Communications yang didirikan oleh Reita dan suaminya ini sangat sukses dalam memuaskan klien-kliennya baik yang berasal dari perusahaan multi nasional dan juga perusahaan lokal di Indonesia. Contoh klien-klien Lucid Communications antara lain  Yuppi, Dell, CITRIX, BPA, Bosch ,Ericson, Ecoplas,Fortinate,LG,ACER, dan masih banyak lagi.

Motivasi Reita untuk Mencapai Sukses

Suatu kesuksesan tidak akan terjadi sebelum adanya motivasi yang kuat dalam diri masing-masing manusia. Membahas mengenai karir Reita yang sukses, pastinya terdapat motivasi yang kuat yang terdapat dalam diri Reita. Reita mengatakan bahwa dukungan dari suami dan juga anak serta juga team yang selalu semangat dalam mendukung Lucid Communications menjadi salah satu perusahaan lokal yang dipercaya oleh perusahaan-perusahaan lokal dan internasional untuk memberikan layanan konsultasi yang berhubungan dengan PR kepada mereka.

 Untuk meraih kesuksesan pastinya terdapat suka duka saat menjalani pekerjaan yang kita lakukan. Reita yang sudah sangat menyukai dunia PR melakukan setiap pekerjaan dan tantangan yang ada dengan menikmatinya sehingga Reita selalu senang menjadi seorang PR karena memang PR sudah menjadi passion Reita. Ada suka ada duka, tapi Reita selalu melihat apa yang terjadi sebagai suatu pembelajaran dan sebisa mungkin tidak mengulangi untuk kedua kalinya.

Mengambil jurusan Manaejemen dan Pemasaran untuk S1-nya dan belum mengetahui banyak tentang dunia PR, membuat Reita tidak bisa melupakan pengalaman pertamanya saat Reita pertama kali bekerja sebagai konsultan PR. Reita sangat tertarik dengan dunia PR, saat pertama kali Reita bekerja di dunia PR, Reita menemukan hal yang sangat menyenangkan di dunia PR, karena Reita bisa bertemu dengan berbagai orang dengan segala karakteristiknya masing-masing, tetapi Reita tetap konsisten dan terus belajar sesuatu yang baru agar bisa memiliki dampak yang positif bagi diri sendiri dan juga orang banyak, Reita pun menambahkan “ Pengalaman itu memang “Guru” yang paling baik untuk masa depan kita, karena inilah Reita bisa cepat beradaptasi dengan dunia PR.

Biasanya PR hanya digunakan untuk menangani masalah dari perusahaan-perusahaan besar. Sehingga dunia PR kurang mendapat perhatian masyarakat Indonesia, Tetapi Reita berpendapat bahwa dunia PR di Indonesia saat ini sudah mulai berkembang, walaupun belum terlalu banyak perusahaan di Indonesia yang memandang pentingnya PR dalam struktur organisasi mereka. “Hal Ini sangat disayangkan, karena PR dibutuhkan bukan saja saat terjadi issue atau krisis. Namun, seiring dengan perkembangannya diharapkan PR benar-benar bisa menjadi salah satu tolok ukur perusahaan juga.” Papar Reita.

Pengalaman Menarik selama Reita menjadi seorang PR

Seperti yang kita ketahui, PR erat kaitannya dengan memiliki hubungan yang kuat dengan orang-orang yang bekerja di bidang Media massa. Memasuki dunia PR, Reita mendapatkan kenangan-kenangan Indah dari teman-teman medianya  yang didapatkannya saat menjalani profesinya sebagai konsultan PR ,pada saat Reita Pengalaman  yang tidak pernah ia lupakan.

Saat Reita menikah, teman-teman medianya mengadakan pesta untuk Reita dan suami (setelah pernikahan) dan waktu itu sebagai hadiah teman-teman media memberikan foto pernikahan, yang ditaruh dalam format surat kabar Kompas dengan judul, “Soeharto Turun, Reita Naik” — Reita menikah pada tanggal 24 Mei 1998 (3 hari sesudah turunnya Presiden Soeharto dari kepemimpinannya) — di situ selain foto pernikahan juga dibuatkan artikel mengenai pernikahan Reita dan suami secara detil dan dengan gaya bahasa yang lucu. “Teman-teman seperti ini susah didapatkan. Dan saya senang bisa bertemu dan menjalin hubungan dengan temen-temen media karena profesi saya sebagai PR” Papar Reita.

Harapan Reita untuk dunia PR

Harapan Reita untuk dunia PR di Indonesia, adalah semoga dunia PR di Indonesia terus dapat berkembang sesuai dengan perkembagan informasi di era digital saat ini dan dapat melahirkan PR profesional yang lebih berwawasan dan  kreatif dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan mereka sebagai PR dan dapat terus berkontribusi bagi negara ini.

Banyak sekali mahasiswa-mahasiswa yang sekarang mengambil jurusan PR, lalu apa harapan dari Reita untuk para konsultan PR masa depan adalah sukses itu relatif. Tapi, pesan Reita, jangan puas dengan apa yang kita capai, selalu belajar dari kesalahan dan jangan pernah mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya, cari dan temukan passion dalam diri dan selalu belajar dan terbuka terhadap kritikan/masukan dan gunakan kritikan/masukan sebagai salah satu cara untuk memperbaiki diri.

(TRISTY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s