LALITA (Ayu Utami)

Lalita menerima sejilid kertas tua berisi bagan-bagan mandala, dan sejak itu setiap hari pengetahuannya tentang sang kakek bertambah. Setiap kali pengetahuan itu bertambah banyak, setiap kali pula sang kakek bertambah muda dalam penglihatannya. Pada suatu titik ia bisa sepenuhnya melihat seorang remaja berumur tiga belas tahun, yang berdiri lurus kaku dan kepala sedikit miring seolah melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain.

Apa hubungan semua itu dengan vampire dan Candi Borobudur? Itu akan menjadi petualangan Yuda, Marja, dan Parang Jati.

Ayu Utami meluncurkan seri kedua Bilangan Fu yang berjudul Lalita. Lalita mengambil latar belakang Candi Borobudur di Jawa dan dipadukan dengan unsur spiritualitas dan seksualitas. Dalam acara peluncuran novel ini di Komunitas Salihara, Kamis (4/10), Ayu Utami menjelaskan bahwa seluruh serial Bilangan Fu selalu akan mengangkat 3 isu utama, yaitu pusaka nusantara, seksualitas, dan logika.

Serial pertamanya adalah Manjali dan Cakrabirawa. Nantinya, masih akan terbit 10 serial lainnya. Seluruh serial ini nantinya akan bertokohkan tiga karakter dalam Bilangan Fu, yaitu dua pemanjat yang memiliki pribadi yang saling bertolak belakang, Yuda dan Parang Jati, dan seorang wanita bernama Marja.

 

(DSC)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s