6 Perubahan Positif Pada Tubuh Pasca Berlari

running

Semua orang sudah tahu bahwa olahraga lari adalah jenis olahraga yang paling mudah dan murah untuk dilakukan. Tidak seperti kebanyakan jenis olahraga lainnya, jika ingin berlari kamu tak perlu seragam olahraga yang mahal atau menguras pundi rupiah untuk sewa tempat olahraga. All you need for running is simply your spirit!

Tapi bisa jadi tidak semua orang tahu bahwa akan ada perubahan menakjubkan yang timbul pasca berlari. Memangnya apa saja sih perubahan itu? Seperti yang dikutip dari Allwomenstalk, here are the 6 marvelous body changes from running

1. Jantung Menjadi Lebih Kuat dan Sehat

Lari merupakan olahraga kardio yang paling sempurna. Dengan berlari, kamu sudah melatih kekuatan fungsi jantung. Tapi ingat, sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik. Begitu juga jika kamu berlari secara berlebihan atau bisa disebut extreme running. Para ahli mengatakan, extreme running justru memberi opposite effect, yakni bisa merusak jantung!

2. Paru-paru Menjadi Lebih Baik

Ketika kamu mulai berlari secara teratur (let’s say 30 minutes a day) paru-paru akan berjuang untuk menyediakan asupan oksigen yang cukup. Seiring berjalannya waktu, kamu akan membuktikan dampak positifnya. Pernapasanmu akan menjadi lebih mudah dan lebih alami. That’s your lung capacity, improving

3. Betis Indah

Siapa yang tak mau betisnya indah? Dijamin deh kamu sudah muak dengan perkataan orang bahwa betismu mirip betis tukang becak. Yuk tepis hinaan mereka dengan berlari secara rutin. Tidak hanya membuat kakimu lebih kuat, berlari juga akan membentuk betismu menjadi lebih indah. Bye betis tukang becak!

4. Otot Menjadi Lebih Kuat

Percaya atau tidak perubahan yang paling cepat terlihat pasca berlari adalah otot yang menjadi lebih kuat. Ketika berlari kamu menggunakan otot untuk tetap tegak dan seimbang. Sehingga fungsi ototmu terus dilatih. Six-pack abs, here I come!

5. Pikiran Menjadi Lebih Jernih

Running is a great stress-reliever! Saat kamu sedang stres, ada baiknya kamu berlari ringan untuk menghilangkan stresmu. Tidak perlu berpikir berlari keliling 2 putaran penuh lapangan sepak bola. Cukup dengan berlari keliling perumahan dijamin tingkat stres akan berkurang! Udara segar, sinar matahari yang masih sehat, serta pemandangan lingkungan sekitar akan menghiburmu. Stres akan lenyap seiring dengan langkah kaki dan pengaturan napasmu.

6.  More Fit Overall!

Olahraga kardio ini memang merupakan kemasan yang sempurna. Murah dan mudah untuk dilakukan serta memberikan perubahan yang menakjubkan pada tubuhmu. Tidak hanya membakar kalori, memperkuat otot, jantung, dan tulang, berlari juga menenangkan pikiranmu. Running is truly making you much fitter overall, body and mind.

Nah, sudah baca kan perubahan menakjubkan yang bisa kamu dapat pasca berlari? Kira-kira perubahan nomor berapa sih yang sangat memotivasi kamu untuk berlari?  If you’re already a runner, adakah perubahan positif yang kamu alami selain perubahan yang sudah disebutkan di atas? Yuk, share di kolom komentar J

(CDASA)

Advertisements

“LDR” : Kisah CInta yang Terpisahkan Jarak – Resensi

“Aku mau ngomong sesuatu…. penting, “ raut wajah Chika tiba-tiba berubah serius. Aku mengernyit melihat perubahan itu. “Ngomong apa?’’ tanyaku panik. “Bulan depan papa akan pindah ke Kuala Lumpur. ”Kuala Lumpur? Lalu ? ” tanyaku. “Papa mengatakan kalau kami sekeluarga akan pindah ke sana. Sekolah juga akan ikut pindah.” Kristal bening mulai menganak di pelupuk mata bulatnya. Aku tertegun mendengarnya. “ Lalu bagaimana dengan kita? Hubungan cinta kita?” tanyaku pilu menatap wajahnya.

Chika bangkit dari tempat duduknya, lalu berdiri di samping jendela besar. Menatap keadaan luar dari kaca yang kabur . Chika tersirak. Bahunya bergetar. Aku turut bangkit dari dudukku, lalu berdiri di samping Chika. Jemariku meraih jemarinya, menggengam tangan itu dengan erat. “Aku akan tetap mencintaimu di sini…”

Long Distance Relationship (LDR) adalah sebuah hubungan jarak jauh yang dialami oleh sepasang kekasih, baik tepisah karena job, kuliah atau harus pindah rumah di daerah yang lain dengan jarak yang jauh. Buku LDR ini menceritakan kisah-kisah nyata dari para long distance-ners yang berhasil menjalankan LDR dengan sangat baik.

Dalam LDR kita harus saling percaya satu sama lain, tidak meributkan hal-hal kecil dan harus saling mengerti kegiatan pasangan kita masing-masing. Kita juga harus saling terus terang.  Katakan saja kalau minta ditelepon, katakan saja kalau kangen, katakan saja kalau kesal karena jarang BBM-an. Last but not least, kita harus memiliki tujuan dari LDRan.  Untuk apa lelah menunggu dan menahan rasa rindu kalau tujuannya hanya bermain-main.

Namun di balik kesan buruk LDR, ada juga kebaikkan di dalamnya.  LDR mampu membuat hubungan lebih kuat. Ada greget rasa kangen. LDR juga mengajarkan betapa pentingnya arti dari sebuah pertemuan. Buku ini sangat pas untuk kalian yang ingin langgeng walau LDR-an. Serta untuk kalian yang ingin tahu arti sesungguhnya dari sebuah perjuangan cinta.

(NASHR)

Serunya Berkunjung ke Stasiun TV

Waktu menunjukkan pukul 17.00 ketika hujan turun di daerah Kuningan. Saya beserta beberapa Mahasiswa Universitas Bakrie berkumpul di student lounge luar untuk bersiap-bersiap mengikuti kunjungan ke salah satu stasiun televisi swasta terkemuka, ANTV.  Kali ini, kami dijadwalkan untuk mengikuti syuting sebuah program musik spesial Hari Ibu.

Tiba di kantor ANTV yang berada satu komplek dengan Universitas Bakrie, kami segera diajak ke ruang meeting dan dijelaskan mengenai seluk-beluk ANTV. Tak hanya penjelasan biasa, kami juga disuguhi dengan video company profile dan tanya jawab interaktif. Kami pun diberi kesempatan untuk melihat langsung proses produksi program di ruang kontrol.

Pihak PR ANTV saat memberikan penjelasan mengenai ANTV

Pihak PR ANTV saat memberikan penjelasan mengenai ANTV

Beranjak dari ruang control kami kemudian di briefing mengenai syuting yang akan segera dilaksanakan. Ternyata bintang tamunya beragam, mulai dari Memes, Kevin Aprillio, Princess, hingga Coboy Junior semua hadir meramaikan. Sontak, kami heboh dan “kegirangan” mendengar nama-nama bintang tamu yang hadir malam itu.

Tak hanya sampai di situ, layaknya menerima “rejeki nomplok”, Kami mendapatkan kesempatan istimewa sehingga bisa dengan bebasnya berfoto bersama beberapa pengisi acara, seperti Coboy Junior dan Nizam, si artis cilik nan lucu dan menggemaskan. Kunjungan ke ANTV hari itu pun menyisakan senyum di wajah kami 🙂

Foto bersama artis cilik Nizam

Foto bersama artis cilik Nizam

(VIA)

Ponsel Pintar Ramah Air

Sony Xperia Acro SMusim hujan adalah musim yang tidak ramah pada barang-barang elektronik, tak terkecuali ponsel. Bila anda kehujanan dan ponsel anda ikut terkena rembesan air sedikit saja, benda cair ini dapat merembes masuk ke dalam ponsel anda dan merusak komponen internal yang sensitif.

Anda dapat menghembuskan nafas lega karena perusahaan Sony telah memberikan solusi untuk masalah ini dengan merilis produk smartphone yang tahan air yaitu Sony Xperia Acro S. Smartphone ini dibungkus balutan casing berserfitikasi IP55 / IP57 yang membaut Acro S mampu bertahan dalam air dengan kedalaman mencapai 1 meter selama kurang lebh 30 menit. Selain itu, Acro S juga tahan debu dan tahan banting.

Ponsel ini tidak hanya didukung oleh bodi yang tangguh, tapi juga isi yang padat dan bertenaga. Sony menanamkan prosesor Qualcomm MSM8260 (S3) dual-core berkecepatan 1,5 GHz dipadu RAM sebesar 1 GB. Pemroses grafisnya menggunakan Adreno 220.
Selain itu ponsel ini juga dilengkapi dengan layar 4,3 inci dengan resolusi 1280×720 yang anti gores dan dapat disentuh dengan jari yang basah.

Buat anda yang punya masalah dengan sensitifitas ponsel yang tinggi dan mudah rusak karena air, debu, ataupun benturan, Sony Xperia Acro S bisa menjadi pilihan yang menarik.

Spesifikasi
Prosesor: 1.5 GHz Qualcomm Dual Core
Operating System: Google Android 4 (Ice Cream Sandwich)
Memori: 16Gb internal phone storage, up to 32GB expansion slot (micro SDTM), RAM 1GB
Layar: 4.3 inch, resolusi 1280×720
Kamera: 12.1 Megapixel with LED flash
Baterai: 1.910mAh
Pilihan Warna: Hitam, putih, dan pink

Sumber: http://www.sonystyle.com.hk

(DSC)

Inilah Cara Alami Memutihkan Kulit Ketiak

2009_09_04_09_24_03_bodyorder-d

Iklan produk deodorant pemutih kulit ketiak memang mulai menjamur belakangan ini. Tak sedikit dari kita yang tergiur untuk membeli dan memakainya. Tak sedikit pula dari kita yang tahu bahaya dari penggunaan whitening deodorant tersebut. Kalau sudah tahu bahayanya, lantas kenapa masih saja dipakai ya? Apa mungkin karena tidak tahu solusi lain yang lebih sehat? Kalau iya, tunggu apa lagi, cari disini yuk solusi sehatnya!

Pada dasarnya kulit ketiak yang hitam disebabkan oleh penggunaan alat cukur yang kurang tajam, sehingga menimbulkan iritasi pada kulit ketiak. Selain itu, terlalu sering menggunakan deodorant yang mengandung banyak zat kimia juga turut memicu munculnya warna hitam. Nah, kalau sudah begini lebih baik kamu mengatasinya dengan cara yang alami ya. Berikut 4 bahan alami yang dapat kamu gunakan untuk segera katakan sayonara pada ketiak hitam. 🙂

  1. Baking Soda. Taburkan baking soda pada ketiak sesudah mandi. Pakailah seperti kamu sedang memakai deodorant.
  2. Ketimun. Haluskan ketimun dan campurkan dengan perasan air jeruk nipis. Oleskan pada kulit ketiak, diamkan selama 10 menit, lalu bilas dengan air bersih.
  3. Pepaya. Haluskan dan campurkan dengan perasan lemon. Oleskan pada kulit ketiak, diamkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air bersih.
  4. Bengkoang. Haluskan bengkoang. Oleskan pada kulit ketiak, diamkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air bersih.

(CDASA)

Kemana Perginya Hati Nurani?

Saya tengah duduk santai di gerbong paling depan, khusus wanita Commuter Line Bekasi-Jakarta Kota. Perjalanan siang hari yang tergolong sepi mengundang sedikit rasa kantuk. Namun tiba-tiba telinga saya menangkap suara ribut. Saat itu, kereta tengah berhenti di stasiun Cakung. Seketika rasa kantuk saya pergi berganti dengan rasa penasaran. Seluruh indra saya kerahkan untuk mencari sumber keributan tersebut. Bukan hanya saya, penumpang lain pun matanya “jelalatan” kesana kemari.

Akhirnya mata saya menangkap sekelebat sosok lelaki tua. Begitu cepat adegan berikutnya terjadi, dua laki-laki berseragam menyeret lelaki tua tadi keluar Commuter diselingi dengan bentakan dan cacian. Saat melintas di depan kaca gerbong wanita, saya melihat jelas lelaki tua tersebut tak memiliki jari lengkap, berjalan sedikit pincang. Ngilu saya menatapnya. Entah apa yang pernah ia alami sebelumnya.

Tak sampai di situ. Petugas lain datang. Mereka yang jumlahnya lebih banyak terlihat mengintimidasi lelaki tua itu. Sekilas saya melihat raut wajahnya, penuh penderitaan, dan pasrah tanpa perlawanan. Balada tersebut masih berlanjut, lelaki tua tersebut lagi-lagi diseret paksa hingga keluar peron.

Saya masih bertanya-tanya apa gerangan yang sedang terjadi?

Petugas di gerbong saya menuturkan, ternyata sang lelaki tua tersebut merupakan penumpang “gelap”. Ia di usir paksa oleh petugas karena kedapatan tak memiliki karcis Commuter Line. Ibu-ibu yang duduk di sebrang saya nyeletuk “Kalau memang ga punya karcis di suruh turun baik-baik kan bisa. Kenapa mesti di seret-seret segala. Sudah ga punya prikemanusian atau gimana sih?” Petugas tak mau kalah, ia menimpali sang ibu “Ya sudah sering bu begitu terus. Dari Kranji ke Klender ga beli tiket. Masa iya kita mau terus-terusan diemin?”. “Ya sekarang gimana kalo dia orang ga punya, ongkos 8.500 buat naik comline pasti susah. Ekonomi sekarang dikurangi jamnya. Baik hati sedikit lah mas, sama-sama cari uang.” cecar sang ibu. Merasa dipojokkan, petugas membela diri “Ini sudah peraturan bu, kita cuma menjalani saja.” Ibu-ibu yang duduk di sebelah saya menimpali “Alaaah kalo udah kayak gini aja bilangnya cuma menjalankan peraturan.”

Jujur, hati saya terenyuh. Membayangkan jika berada di posisi lelaki tua tersebut. Bukan berarti orang miskin harga dirinya bisa di injak-injak, bukan? Ya, walaupun di negara ini sepertinya semua dinilai dengan materi. Cuma mereka yang ber-“duit” yang patut diperlakukan dengan baik. Dangkal memang, tapi itu realitanya.

Cerita di atas cuma satu dari sekian banyak yang saya alami tiap harinya di dalam alat transportasi yang saya sebut “kereta kehidupan”. Ya, di kereta saya bisa mengamati dan menyerap beragam kepribadian dan refleksi kehidupan. Hampir tiap hari saya pulang dan pergi saat rush hour. Saat kereta penuh sesak dengan pria berdasi, berkemeja, bersepatu mengkilat dan wanita karir dengan heels tinggi, make-up menawan dan rambut model masa kini. Sayangya, tak semuanya memiliki attitude se-“wah” penampilan mereka.

Saat pintu Commuter Line dibuka, semua orang saling dorong dan berebut kursi. Tempat duduk prioritas tak luput dari incaran. Padahal sudah jelas tertera di kacanya, tempat duduk prioritas merupakan hak para lansia, ibu hamil dan balita. Namun seolah jadi pemandangan biasa saat seorang ibu sambil menggendong bayinya sibuk mencari tempat duduk kosong, atau setidaknya tempat “aman” supaya sang bayi terhindar dari desakan tubuh besar orang dewasa. Sedangkan seorang pria berperawakan tegap dan gagah justru tertidur pulas di tempat duduk prioritas.

Memang hal-hal kecil yang sederhana. Tapi tak banyak orang yang saat ini masih peka dengan hal-hal kecil yang terjadi di sekitar. Agaknya saat ini, kebanyakan orang menggunakan “kacamata kuda”. Sehingga hanya hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan-nya lah yang bisa terlihat.

Lalu kemanakah perginya hati nurani?

Mungkinkah kesibukan dan kerasnya ibu kota telah mengikisnya pergi?

(Nuriy Azizah Susetyo)